Hari demi hari berlalu… nggak terasa dedek bayi yang ada di dalam perutku sudah hampir enam bulan. Artinya, sekitar tiga bulan lagi aku akan menjadi ibu, tentu dengan izin Allah SWT. Subhanalloh, Allah SWT Maha Besar. Rasanya tidak bisa kubayangkan betapa besar kekuasaanNya sehingga bisa menjadikan manusia dari percampuran dua manusia laki-laki dan perempuan, kemudian menjadikannya segumpal darah, segumpal daging dan memberinya nyawa. Kehamilan ini benar-benar membuatku makin menghargai hidup dan kehidupan.
It’s so Amazing… tidak terlukiskan kebahagiaanku mengandung si buah hati, buah cintaku dengan suami tercinta, mas Supriyadi yang telah menikah denganku 18 November 2006 lalu. Pada awal masa kehamilan, rasanya memang agak berat karena ada perubahan-perubahan hormon. Aku masih ingat, pada tiga bulan pertama, tiap pagi rasa mual itu datang, apalagi kalau mencium bau makanan yang panas, berkuah dan berbumbu. Akhirnya, aku sama sekali tidak menyentuh dapur, meskipun memasak dan makan adalah bagian dari hobiku.
Tapi syukurlah, dengan dukungan mas Supri, masa-masa berat itu bisa terlewati dengan baik sehingga aku bisa menikmati semua rasa yang datang di hari-hariku. Syukur Alhamdulillah, suamiku sangat pengertian, menyayangi dan mencintaiku serta keluargaku dengan tulus dengan mendasarkan semua sebagai bentuk ibadah. Semoga suamiku terus bisa menjadi imam yang baik dan makin baik lagi bagiku, anakku dan keluargaku hingga akhir kami menutup mata. Amin..
Saat ini, usia kandunganku sudah hampir 6 bulan dan aku makin merasakan gerakan dedek yang makin kuat. Sepertinya tidak hanya kakinya yang menendang-nendang, tapi tangan-tangan kecilnya juga ikut ‘nonjok-nonjok’ rahimku karena aku merasakan benturan-benturan kecil di dua tempat pada saat bersamaan di perutku. Tidak hanya bisa dirasakan saja, tapi gerakan itu bisa terlihat dari luar. Saat dia nendang atau nonjok, perutku terlihat ada yang menonjol sesaat atau bergetar. (duh lucu banget deh.. ). Tidak kenal waktu, entah pagi, siang, sore atau tengah malam sekalipun, kalau dia pengen nendang, maka ditendanglah perutku ini. Beberapa kali aku terjaga saat tengah malam atau dini hari. Kaget ketika tiba-tiba dari dalam ada gerakan kuat. Kadangkala, gerakannya juga lembut sehingga yang terasa hanya geli dalam perut yang jelas tidak bisa digaruk.
Hingga saat ini, aku belum tau dedek itu laki-laki atau perempuan. Soalnya, ketika dua kali di USG di usia kehamilah ke 4 dan 5 bulan, dia tidak berhenti bergerak-gerak sehingga dokternya pun jadi susah mengarahkan alat USGnya. :). Meski demikian, aku tidak akan mempermasalahkan dia laki-laki atau perempuan. Yang penting, sehat dan normal. Semoga.. amin… Menurut perkiraan dokter, si kecil akan lahir sekitar tanggal 10 November. Inget kan itu hari apa?… Semoga si kecil bisa menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas, peduli sesama, soleh/ solihah, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Ya Allah SWT, bimbinglah hamba, dan ridhoilah hamba agar bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku dan anak-anak yang lain.. amin ya robbal alamin.