Dibalik Nama Kumara

June 5th, 2008 by detatasa

“Kumara Natadharma Supriyadi”. Itulah nama yang aku dan mas
Supri berikan pada si buah hati yang
lahir pada 12 November 2008 melalui operasi sesar. Nama itu merupakan sebuah
doa dari kami berdua, yang semoga dapat terwujud di kelak kemudian hari. Kurang
lebih artinya adalah “lelaki pemberani, pelindung/pembela kebenaran dan
keadilan, putra dari Surpiyadi” J

 

——

 

Mencari nama buat si kecil ternyata tidak semudah membalik
telapak tangan. Hingga menjelang usia kandungan 8 bulan, aku dan suami belum
mendapat nama si calon bayi yang diperkirakan berjenis kelamin laki-laki. Setelah
sadar kalau si ganteng bakal cepat keluar, kami baru sibuk mencari-cari nama
karena dikejar waktu. Tiap hari kerjaannya buka-buka buku, dan searching di
internet.

 

Begitu dapat calon nama, usulan itu harus di diskusikan dulu
agar bisa diterma oleh aku dan suami. Diskusi pun tidak mudah. Kadang aku mau,
tapi mas Supri nggak mau. Begitu juga sebaliknya. Dari diskusi itu, banyak
usulan nama yang rontok. Hehe, soalnya diskusinya alot banget. Akhirnya, didapatlah nama ‘Kumara Natadharma
Supriyadi’. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kecerdasan, kebahagiaan,
cinta kasih pada sesama, dan soleh sehingga bisa berguna bagi agama, nusa dan
bangsa. Amin ya robbal alamin..

 

Anakku, Cintaku….. (Hamil Itu Amazing)

July 26th, 2007 by detatasa

Hari demi hari berlalu… nggak terasa dedek bayi yang ada di dalam perutku sudah hampir enam bulan. Artinya, sekitar tiga bulan lagi aku akan menjadi ibu, tentu dengan izin Allah SWT. Subhanalloh, Allah SWT Maha Besar. Rasanya tidak bisa kubayangkan betapa besar kekuasaanNya sehingga bisa menjadikan manusia dari percampuran dua manusia laki-laki dan perempuan, kemudian menjadikannya segumpal darah, segumpal daging dan memberinya nyawa. Kehamilan ini benar-benar membuatku makin menghargai hidup dan kehidupan.

It’s so Amazing… tidak terlukiskan kebahagiaanku mengandung si buah hati, buah cintaku dengan suami tercinta, mas Supriyadi yang telah menikah denganku 18 November 2006 lalu. Pada awal masa kehamilan, rasanya memang agak berat karena ada perubahan-perubahan hormon. Aku masih ingat, pada tiga bulan pertama, tiap pagi rasa mual itu datang, apalagi kalau mencium bau makanan yang panas, berkuah dan berbumbu. Akhirnya, aku sama sekali tidak menyentuh dapur, meskipun memasak dan makan adalah bagian dari hobiku. :)

Tapi syukurlah, dengan dukungan mas Supri, masa-masa berat itu bisa terlewati dengan baik sehingga aku bisa menikmati semua rasa yang datang di hari-hariku. Syukur Alhamdulillah, suamiku sangat pengertian, menyayangi dan mencintaiku serta keluargaku dengan tulus dengan mendasarkan semua sebagai bentuk ibadah.  Semoga suamiku terus bisa menjadi imam yang baik dan makin baik lagi bagiku, anakku dan keluargaku hingga akhir kami menutup mata. Amin..

Saat ini, usia kandunganku sudah hampir 6 bulan dan aku makin merasakan  gerakan dedek yang makin kuat. Sepertinya tidak hanya kakinya yang menendang-nendang, tapi tangan-tangan kecilnya juga ikut ‘nonjok-nonjok’ rahimku karena aku merasakan benturan-benturan kecil di dua tempat pada saat bersamaan di perutku.  Tidak hanya bisa dirasakan saja, tapi gerakan itu bisa terlihat dari luar. Saat dia nendang atau nonjok, perutku terlihat ada yang menonjol sesaat atau bergetar. (duh lucu banget deh.. ). Tidak kenal waktu, entah pagi, siang, sore atau tengah malam sekalipun, kalau dia pengen nendang, maka ditendanglah perutku ini. Beberapa kali aku terjaga saat tengah malam atau dini hari. Kaget ketika tiba-tiba dari dalam ada gerakan kuat. Kadangkala, gerakannya juga lembut sehingga yang terasa hanya geli dalam perut yang jelas tidak bisa digaruk. :)

Hingga saat ini, aku belum tau dedek itu laki-laki atau perempuan. Soalnya, ketika dua kali di USG di usia kehamilah ke 4 dan 5 bulan, dia tidak berhenti bergerak-gerak sehingga dokternya pun jadi susah mengarahkan alat USGnya. :). Meski demikian, aku tidak akan mempermasalahkan dia laki-laki atau perempuan. Yang penting, sehat dan normal. Semoga.. amin…  Menurut perkiraan dokter, si kecil akan lahir sekitar tanggal 10 November. Inget kan itu hari apa?…  Semoga si kecil bisa menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas, peduli sesama, soleh/ solihah, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Ya Allah SWT, bimbinglah hamba, dan ridhoilah hamba agar bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku dan anak-anak yang lain.. amin ya robbal alamin.

Tentang Suamiku… :)

January 10th, 2007 by detatasa

Nggak terasa sudah satu bulan lebih tiga minggu aku menikah dengan mas Pri. Tapi sampai saat ini, masih saja ada yang nanya-nanya tentang pernikahanku khususnya tentang suamiku. Kenapa begini, kenapa begitu… kira kira seperti itulah pertanyaannya.. jadi, untuk yang belum nanya, mending tak jelasin saja disini. hehe

Sebenarnya sudah lama aku pengen cepat nikah. Di benakku, menikah adalah bagian dari penyempurnaan ibadah. Tapi rupanya Allah SWT baru memberikan kesempatan mempersatukan aku dengan suamiku pada 19 November 2006 setelah aku menjalani hidup 26 tahun 8 bulan. Aku ngrasa, pertemuan kami pun juga dimudahkan dengan tanpa melalu proses yang berbelit dan panjang.

Alhamdulillah… pernikahan yang kami jalani berjalan lancar. Semoga Allah SWT  meridhoi pernikahan kami dan memudahkan jalan kami sehingga bisa membentuk keluarga sakinah-mawaddah, warrahmah. Setelah menikah, apa yang aku harapkan bisa kurasakan. Aku bener-bener ngrasa hidupku jauh-jauh lebih tenang dan tertata. Semoga ini tidak hanya sesaat saja. aminn

Banyak yang bertanya, apa alasan aku menikah dengan mas Pri. Menurut beberapa temen, aku dan mas Pri itu beda banget. :) … dan itu memang aku akui..

Yang jelas, aku terkesan dengan sikapnya. Penghormatannya pada aku membuat aku makin hormat pada dia. Sikap serta tutur katanya yang halus, dan santun rasanya bisa menetralkan aku yang sering meledeak-ledak kebawa emosi baik sedih, senang maupun marah. Sikapnya yang  tawakal juga telah membuat aku makin ngrasa dekat dengan Sang Pencipta. Bersama mas Pri, aku makin menyadari bahwa hidup yang terbatas ini adalah bagian dari perjalanan ibadah dengan menjaga habluminalloh dan habluminannas. Karena itu, aku harus mencari ‘bekal’ agar bisa siap meninggalkan dunia kapan saja, dimana saja, dan dalam keadaan apa saja.

Beberapa temen juga menilai mas Pri -ku terlalu sederhana, kuno dan nggak gaul. :)..  hehe.. tapi dimataku, kesederhanaannya telah memberi nilai plus tersendiri.

Memang aku dan mas Pri berbeda. Tapi perbedaan itulah yang memberi warna dalam setiap interaksi kami. Yang penting adalah bagaimana menjalani proses penyesuaian dengan baik. Semoga mas Pri adalah soulmate- ku. Terimakasih ya Allah atas semuanya…..